EFEKTIVITAS PENERAPAN DISINFEKTAN ALAMI CAMPURAN SERBUK KULIT NANAS DAN ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN JUMLAH BAKTERI Coliform PADA AIR BERSIH

Shinta Nur Atikah, Narto Narto, Lilik Hendrarini

Abstract


Bakteri Coliform merupakan indikator terjadinya pencemaran tinja dalam air. Banyaknya Coli-form di dalam air dapat menyebabkan penyakit pada manusia yang mengkonsumsi air terse-but. Salah satu upaya untuk menurunkannnya adalah melalui disinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan disinfektan alami berupa campuran serbuk kulit nanas dan arang aktif dalam menurunkan MPN Coliform pada air bersih. Penelitian ini me-rupakan pre-xperiment dengan menggunakan rancangan one group pre-test post-test. Ada tiga variasi disinfektan yang digunakan (yaitu perbandingan 1:1, 1:2 dan 1:3) dan dua waktu pe-maparan, masing-masing diaplikasikan ke dalam 5 liter air yang mengandung bakteri Coliform, dalam tiga kali ulangan. Pemeriksaan MPN Coliform dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Ju-rusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Hasil analisis statistik menggu-nakan t-test terikat pada α 0,05 menghasilkan nilai p sebesar 0,003 yang menunjukkan bahwa MPN Coliform pre-test dan post-test berbeda secara bermakna. Hasil analisis berikutnya de-ngan menggunakan one way anova pada α yang sama, untuk pemaparan 30 menit diperoleh nilai p value 0,249, dan untuk pemaparan 60 menit diperoleh nilai p value 0,724; yang berarti bahwa MPN Coliform hasil post-test di antara tiga variasi dosis disinfektan yang digunakan pada kedua waktu pemaparan, tidak berbeda secara bermakna. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa campuran serbuk kulit nanas dan arang aktif sebagai disinfektan ala-mi berpengaruh dalam menurunkan MPN Coliform. Namun demikian, perbedaan penurunan yang terjadi di antara ketiga dosis dan waktu pemaparan yang diteliti tidaklah signifikan.


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Effendi, H., 2003. Telaah Kualitas Air, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Departemen Kesehatan R.I., 2009. Apa Itu Jamban?. Indonesia Sehat 2010.

Chandra, B., 2012. Pengantar Kese-hatan Lingkungan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan No-mor 416 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air, 1990. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Hasan, A., 2006. Dampak penggu-naan klorin, Jurnal Teknik Lingkung-an P3TL-BPPT, 7(1): hal.90-96.

Samadi, B. 2014. Panen Untung da-ri Budi Daya Nanas Sistem Organik, Andi Publisher, Jakarta.

Windu, D, dkk. 2014. Pengaruh eks-trak limbah kulit buah nanas Cayen-ne dalam menurunkan jumlah bakte-ri Coli pada proses disinfeksi air ber-sih, Jurnal Widya Warta. ISSN 08-54-1981, hal. 96-107.

Irianto, K., 2006. Menguak Dunia Mkroorganisme, Yrama Widya, Ban-dung.

Jayanudin, 2009. Pemutihan daun nanas menggunakan hidrogen per-oksida, Jurnal Rekayasa Proses, 3 (1).

Ajeng, U., dan Kalsum, A., 2014. Pembentukan tawas dari alumunium foil, Jurnal Praktikum Kimia Anorga-nik, Jakarta

Wibowo, S., 2013. Teknik Penjernih-an Air (Online),( http://aimyaya.com /id/lingkungan-hidup/kumpulan-tek-nik-penyaringan-air-sederhana/, di- akses 17 Juli 2016).




DOI: http://dx.doi.org/10.29238/sanitasi.v8i2.7

Article Metrics

Abstract view : 303 times
FULL TEXT PDF - 294 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan indexed by:
 

 

 

 

View My Stats
 Creative Commons License
Sanitasi: Jurnal Kesehehatan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.