SANITASI TEPUNG KULIT SINGKONG

Virgananda Ulfa Kharisma, Indah Werdiningsih, muryoto muryoto

Abstract


Limbah kulit singkong yang tidak ditangani dengan baik akan menjadi tempat berkembang-biak-nya bakteri dan kuman yang akan mengakibatkan gangguan kesehatan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, karena kulit singkong masih mempunyai kandungan gizi yang cukup, maka dapat dimanfaatkan kembali sebagai tepung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk me-ngetahui perbedaan lama waktu simpan dan penerimaan keadaan fisik (warna, bau, tekstur) dari tepung kulit singkong yang dibuat dengan empat perlakuan secara sanitasi dengan mengguna-kan 10 tahap pengolahan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan desain post test only. Analisis dilakukan secara deskriptif dan analitik dengan uji one way Anova pada α 0,05. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa secara analitik ada perbedaan rerata peneri-maan keadaan fisik (bau, warna, tekstur) tepung kulit singkong antara perlakuan P1, P2, P3 dan P4, dengan formulasi F1 sampai dengan F6. Pada perlakuan P3, formulasi F3, F4 dan F5 me-rupakan formulasi yang dapat menggantikan tepung terigu sebesar 20- 60 % dan ada perbeda-an lama waktu simpan tepung kulit singkong antar perlakuan P1, P2, P3 dan P4. Dengan meng-gunakan metoda perhitungan ESS, lama waktu simpan terlama adalah perlakuan P1, yaitu sela-ma 120 hari 18 jam.


Full Text:

PDF

References


Hidayat, C., 2009. Peluang Penggu-naan Kulit Singkong sebagai Pakan Unggas, Balai Penelitian Ternak, Bo-gor.

Alex, S., 2011. Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Or-ganik, Pustaka Baru Press, Yogya-karta.

Ardiansyah, 2014. Pengaruh perlaku-an awal terhadap karakteristik kimia dan organoleptik tepung jamur tiram (Pleurotus oestreatus), Jurnal Tekno-logi Industri dan Hasil Pertanian, 19 (2).

Kristianingrum, S., 2006. Pengawet Makanan yang Aman Bagi Kesehat-an (http://staff.uny.ac.id/sites/default-/files/pengabdian/susila-kristianing-rum-dramsi/12.pdf, diunduh 7 Febru-ari 2016).

Hikmiyati, N., dan Yanie, N. S., 2008. Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong Melalui Proses Hidro-lisa Asam dan Enzimatis, Universitas Diponegoro, Semarang.

Nurlaili, F., 2013. Fermentasi kulit singkong (Manihot Utilissima Pohl) menggunakan Aspergillus Niger pe-ngaruhnya terhadap kecernaan ba-han kering (Kbk) dan kecernaan ba-han organik (Kbo) secara in-vitro, Jurnal Ilmiah Peternakan, 1 (3): hal. 856-864.

BSN, 1992. Persyaratan Mutu Te-pung Singkong, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Permenkes RI Nomor 1096 tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga, 2011. (http://dokumen.tips/documents/2011-permenkes-no1096-tentang-higiene-sanitasi-jasaboga.html, diunduh Feb-ruari 2016).

Nastiti, M. A., 2014. Pengaruh kon-sentrasi natrium metabisulfit (Na2S2-O5) dan suhu pengeringan terhadap karakteristik tepung ampas tahu, Jur-nal Bioproses Komoditas Tropis, 2 (2).

Histifarina, D., 2012. Teknologi peng-olahan tepung dari berbagai jenis pisang menggunakan cara pengeri-ngan matahari dan mesin pengering, Jurnal Agrin, 16 (2).

Septianingrum, E., 2008. Perkiraan Umur Simpan Tepung Gaplek yang Dikemas dalam Berbagai Kemasan Plastik Berdasarkan Kurva Isoterm Sorpsi Lembab, Skripsi, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Se-belas Maret.

Abidin, Z., 2012. Studi Pengawetan Cabe Merah (Capsicum annum. L) dengan Perlakuan Blanching dan Pe-rendaman dalam Larutan Pengawet, Skripsi, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin.

Susiwi, S., 2009. Penilaian Organo-leptik, Universitas Pendidikan Indo-nesia, Bandung.

Winarno, 2007. Teknobiologi Pang-an, M-BrioPress. Bogor.

Astuti, I. K., 2012. Desain Produk Pa-ngan (http://e–journal.uajy.ac.id/221/-3/2EM17387.pdf, diunduh 2 Juni 2016)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan indexed by:
 

 

 

 

View My Stats
 Creative Commons License
Sanitasi: Jurnal Kesehehatan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.